Tetap Tegar Meski Ditolak 100 Kali
Pernah kebayang gak kamu nembak 100 cewek dan semua menolak? Jika pernah ada yang mengalami, kemungkinan besar orang tersebut akan bunuh diri. Tapi beda jika ditolak 100 investor, mungkin ujungnya justru bakal sukses. Hal itulah yang dialami oleh Teddie Dian Patria dan keempat teman kuliahnya di jurusan International Management Program, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Waktu kuliah Teddie punya empat teman nongkrong yang sama-sama penggemar kopi, yaitu Roni Wirayuda, Denny Neilment, M. Ali Sofyan, dan Citot Tatar Kusnoto. Mereka berlima banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong bersama di kedai kopi untuk sekedar ngobrol ngalor-ngidul tentang bermacam hal mulai dari kuliah, cewek hingga rencana apa setelah lulus kuliah.
Dari kelima orang ini ternyata mereka punya cita-cita yang sama: tidak ingin jadi karyawan. Dari obrolan remeh temeh tersebut kelima orang ini pun sepakat untuk membangun Oesaha bersama. Tapi ternyata tidak mudah memadukan lima kepala agar memiliki satu ide yang sama.
Setelah berbincang panjang, masing-masing memiliki ide yang berbeda-beda. Ketika suasana hening, tiba-tiba mata mereka tertumbuk pada cangkir-cangkir kopi tersebut. Eureka! Kopi! Teriak mereka dan jawaban sudah ditemukan. Mereka sepakat untuk membuat kedai kopi. Alasannya, para penggila kopi ini paham benar seluk beluk kopi dan mengerti mana kopi yang enak dan tidak.
Mereka pun lantas patungan dengan uang jajan mereka. Setelah masing-masing memberikan porsi yang sama akhirnya terkumpul uang Rp1 juta, masing-masing orang saweran Rp200K! Sebuah jumlah super kecil dan mustahil untuk membangun sebuah kedai kopi.
Mereka pun lantas berpikir keras, bagaimana dengan uang Rp1 juta tersebut agar bisa mendirikan kedai kopi. Mereka kemudian membeli kertas dan tinta printer untuk memulainya. Loh kok tinta dan kertas? Ternyata dengan uang tersebut mereka menyusun proposal untuk mencari investor.
Setelah merasa proposalnya matang dan layak dijual, mereka pun mulai berburu investor mulai dari teman kuliah, saudara sampai orang yang belum dikenal sama sekali. Hasilnya sama sekali tidak semanis yang dibayangkan dan sempat terpikir untuk menyerah ketika puluhan investor menolak. Bahkan hingga presentasi ke-100 mereka tak juga menemukan investor.
“Kalau sendirian sih presentasi sepuluh kali ditolak mungkin sudah menyerah. Beruntung kita berlima jadi bisa saling dukung pas ada yang
Meski berat, tapi akhirnya mereka berhasil menemukan investor setelah lebih dari 100 kali melakukan presentasi. Pepatah man jadda wajada, alias siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil sepertinya cocok digunakan untuk menggambarkan Oesaha mereka. Kerja keras dan mental pantang menyerah lima sekawan ini akhirnya membuahkan hasil dengan total dana Rp80 juta dari investor.
Dengan uang tersebut mereka akhirnya berhasil mendirikan sebuah kedai kopi di daerah Gejayan, Yogyakarta. Bayangkan jika mereka berhenti dan menyerah pada presentasi ke-100, maka Kedai Kopi Espresso Bar tak akan pernah berdiri dan memiliki 10 cabang seperti sekarang ini.





















