Revolusi Pedas dari Bandung
Siapa tak kenal Maicih? Jika ada yang tak kenal, mungkin bisa dibilang kelewatan kuper. Ya, nama Maicih sudah jadi legenda di dunia kuliner Indonesia. Maicih adalah pedas dan Maicih adalah keripik singkong. Jika dulu ada istilah anak singkong untuk menggambarkan kelas menengah ke bawah yang tak pede, berbeda dengan anak singkong ala Reza Nurhilman, sosok pendiri Maicih yang biasa dipanggil Axl ini. Lelaki penggemar Guns N’ Roses ini mengubah keripik singkong yang terkesan udik menjadi penganan berkelas dan diburu banyak orang. Tak hanya beredar di Indonesia, keripik Maicih berkelana hingga ke manca negara.
Memperingati ulang tahun ke-2, Axl meluncurkan buku denngan Judul “Revolusi Pedas” Sang Presiden Maicih. Judul tersebut tepat untuk menggambarkan Revolusi yang digulirkan Axl sehingga keripik singkong jadi makanan bergengsi. Sementara judul presiden sendiri mengacu pada jabatan Axl yang berpangkat presiden dalam struktur perusahaan yang dibangunnya.Dari Buku ini mengisahkan perjuangan awal Axl memulai bermacam Oesaha hingga akhirnya menjalankan Oesaha keripik singkong pedas dari Bandung. Dari Kota Kembang inilah revolusi pedas Maicih dimulai.
Acara peluncuran buku ini dilakukan di dua kota, yaitu Jakarta pada 29 Juni 2012 dan Bandung pada 1 Juli 2012. Di Jakarta acara digelar di Blitz Megaplex, Grand Indonesia sementara di Bandung diadakan di Gramedia Jl. Merdeka. Ada banyak pelajaran menarik dari buku ini terutama tentang kerja keras dan sikap pantang menyerah. Pengusaha muda Sandiaga Uno memberikan testimoni pada buku ini, “Sikap pantang menyerah, kerja keras, dan totalitas dalam mengejar mimpi yang dituangkan ke buku ini berhasil membawa Reza Sang Presiden MAICIH menjadi miliarder di usia muda. Selamat!”
Tepat sekali apa yang diungkapkan Sandiaga, kerja keras Axl telah membuahkan hasil manis. Omset keripik singkong–yang dulu identik dengan makanan kampung–sekarang sudah mencapai miliaran rupiah. Apa yang diraih Axl bisa menjadi inspirasi bagai generasi muda bangsa untuk berkarya sepenuh tenaga untuk menjadi sosok yang berguna, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Sekali lagi, selamat untuk revolusi yang telah digulirkan selama dua tahun.






















