Jago Musik Sejak Kecil
Ari Moreno sepertinya memang sudah berjodoh dengan dunia musik. Hal itu terlihat dari adaptasi kilat yang dia lakukan dalam belajar alat musik. Menurut lelaki kelahiran Jember ini, sejak duduk di sekolah dasar (SD) dia sudah jago main gitar. Bahkan di bangku kelas tiga SD dia sudah direkrut oleh kelompok musik keroncong di daerahnya. Dia adalah satu-satunya bocah yang ikut bermain di kelompok tersebut, anggota yang lain berumur sekitar 30-40 tahun.
Padahal musik keroncong termasuk jenis musik yang sulit dimainkan. “Orang tua dan keluarga saya tidak ada yang bisa main musik. Tapi katanya kakek saya dulu sih ikut kelompok musik keroncong. Tapi saya tidak sempat kenal dengan beliau. Beliau meninggal waktu saya masih kecil sekali,” kata Ari.
Bakat bermusik Ari ditemukan oleh guru kesenian di SD-nya. Guru tersebut yang juga mengenalkan Ari dengan kelompok musik keroncong tempatnya bernaung dan menimba ilmu. Dalam perjalanan bermusiknya Ari mulai tertarik musik rock seperti Led Zeppelin dan Rush. Ketertarikan Ari yang akhirnya berlabuh pada gitar bas pun terinspirasi oleh pembetot bas Rush, Gaddy Lee.
Sejak SMA, Ari pun semakin akrab dengan musik rock dan sering mengikuti festival musik rock. Salah satu pencapaiannya di bangku SMA adalah ikut tur musik rock yang digelar oleh premotor kondang Log Zhelebour selama dua bulan. Tapi dari tur ini dia harus mengorbankan hari-hari di sekolahnya selama dua bulan dan membuat orang tuanya kalap.
Merasa tak bisa lepas dari musik, khususnya rock, Ari pun sekarang menjalankan Oesaha berbasis musik mulai dari studio musik, pengajar bas hingga event organizer untuk acara musik. Mimpi Ari untuk hidup dari dan untuk musik sekarang ini sudah tercapai. Cita-citanya sekarang adalah menggabungkan unsur musik tradisional dengan musik rock. Dia sudah mengawinkan unsur musik Jawa, Bali dan Sunda dengan musik rock yang sudah masuk dapur rekaman.






















