Bermain Pintar di Antara Raksasa


Memulai Oesaha yang di dalamnya sudah terdapat pemain-pemain kelas kakap memang kadang merepotkan. Head to head alias adu muka dengan mereka tentu menjadi sebuah tantangan besar yang seringkali sulit untuk ditaklukkan. Bila kondisinya seperti ini, maka Yoo harus bermain pintar dalam mengembangkan Oesaha.

Artha dan Yudi yang menjalankan Oesaha pembuatan tas dengan brand Tusk menghadapi kondisi yang merepotkan tersebut. Mereka mengaku menemui kesulitan dalam mendapatkan bahan-bahan tertentu–yang hanya bisa didapatkan lewat importir–untuk produksi tas mereka. Kesulitan tersebut berhubungan dengan masalah dana, karena supplier biasanya hanya melayani order di atas Rp300 juta. Artinya hanya brand besar yang mampu dan brand  kecil  seperti Tusk terpaksa hanya menjadi penonton.

Tapi kendala tersebut tak membuat mereka surut, karena pada prinsipnya setiap kendala pasti memiliki solusi. Cara yang digunakan Tusk adalah menggunakan bahan yang tersedia di dalam negeri, khususnya di kota mereka yaitu Bandung. Agar produknya awet dan kuat, mereka melakukan pengawasan ketat dalam produksi. Penjahitan tas menjadi perhatian mereka agar tas tersebut kuat dan tidak mudah rusak.

Selain jahitan yang kuat, Tusk juga menawarkan desain yang berbeda dari para pemain lama, khususnya yang berhubungan dengan pemilihan warna. Kedua hal inilah yang menjadi senjata mereka dalam menghadapi pemain besar yang memang punya segalanya–mulai dari modal hingga pasar. Hal lain yang menjadi perhatian Artha dan Yudi adalah memenuhi pesanan tepat waktu, karena pesanan yang masuk kepada mereka cukup banyak, tapi modal untuk membeli bahan baku masih terbatas. Kerja pintar tersebut yang kini dilakukan Tusk agar produk mereka diterima pasar dan Oesaha mereka tumbuh membesar.

Sebarkan link halaman ini : http://bit.ly/RsdZu8
0 comments

Creative Commons License

myOyeah by www.myoyeah.com is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.

Scroll to Top