Bekerja Sesuai Panggilan Jiwa

Apa pekerjaan paling menyenangkan? Jawaban setiap orang pasti berbeda-beda. Tapi jika pekerjaan dilakukan sesuai dengan panggilan jiwa, pasti bakal menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Salah seorang yang sudah merasakan nyamannya bekerja karena panggilan jiwa adalah Ari Moreno. Lelaki penggemar musik rock ini sekarang sudah sampai pada taraf bahagia dalam bekerja, karena sesuai dengan passion-nya yaitu menjadi musicpreneur.

Ari yang sudah menggemari musik sejak sekolah dasar, saat ini sudah menghidupi diri dan keluarganya dari dunia musik. Dia punya studio musik, jadi pengajar gitar bas, menjadi event organizer (EO) acara musik dan kegiatan-kegitan lain yang berhubungan dengan musik. Menurut laki-laki gondrong ini, setiap pekerjaan yang berhubungan dengan musik akan dilakukannya dengan bahagia, karena sesuai dengan panggilan jiwanya.

Sebelum menjalankan profesi sebagai musicpreneur seperti sekarang, Ari pernah bekerja di bidang lain yang jauh dari hingar bingar musik. Mulai 1993, selepas kuliah dari Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jember, Ari bekerja di sebuah perusahaan kargo asal Australia. Ia juga sempat mencicipi sistem kerja perusahaan Jepang, masih di industri kargo, setelah pindah dari perusahaan kargo Australia.

Di dua perusahaan asing tersebut, Ari sebenarnya mendapatkan gaji yang cukup besar. Tapi ia tak mendapatkan kepuasan dari pekerjaannya. “Kerja di perusahaan kargo asing, terutama Jepang, itu tekannya luar biasa. Kadang kalau lagi ramai bisa kerja hampir 24 jam sehari. Sementara saya ini sebenarnya tipe orang yang senang dengan kebebasan,” kata Ari mengenai alasannya keluar dari perusahaan kargo pada 2003. Setelah keluar dari perusahaan kargo asal Jepang, sebenarnya banyak perusahaan kargo yang menawarinya untuk bergabung, tapi Ari menolaknya.

Pada 2003 itu juga Ari pergi ke Bali untuk menggeluti dunia musik. Selain membentuk band rock, Ari mulai berkecimpung mendirikan EO di bidang musik. “Uangnya ternyata cukup besar menjadi EO di dunia musik. Saya pertama membuat konser musik reggae plus voli pantai. Saya bisa menjalankannya tanpa banyak kesulitan, karena waktu kuliah saya sudah sering membuat acara musik di kampus,” kata Ari.

Dari kesempatan pertama itulah Ari merasa yakin bahwa musik adalah jalan hidup terbaik baginya. Setelah menjalankan profesi sebagai EO musik dan manajemen bagi band-band yang tampil di kafe, Ari pindah ke Bandung pada 2010. Keputusannya pindah karena waktu itu dia mendapat tawaran rekaman di Jakarta, tapi merasa enggan hidup di kota Jakarta yang terkenal ruwet lalu lintasnya.

Dia pun memilih Bandung yang dianggap atmosfernya cocok untuk berkarya dan lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta jika ada keperluan untuk rekaman. Dari Paris van Java ini Ari sekarang menikmati Oesaha dan pekerjaan di bidang musik yang sudah diidam-idamkan sejak lama.

Sebarkan link halaman ini : http://bit.ly/PgJkgL
2 comments

Creative Commons License

myOyeah by www.myoyeah.com is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.

Scroll to Top